Jumat, 25 Januari 2008

KOMPOR BIOMAS TEKNOLOGI TEPAT GUNA

KOMPOR BIOMAS TEKNOLOGI TEPAT GUNA Lebih Praktis dari pada Elpiji 3 Kg
Penerapan teknologi tepat guna (TTG) merupakan solusi penanggulangan kemiskinan di pedesaan sehingga perlu diberdayakan di masyarakat. Teknologi tepat guna memiliki manfaat besar bagi masyarakat pedesaan. Selain harganya murah, teknologi itu ramah lingkungan dan sangat sederhana pemanfaatannya. Demikian antara lain disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Boediono, saat membuka pameran TTG IX se-Indonesia di Manado, Sulawesi Utara, beberapa waktu yang lalu.
Dalam konteks ini saya ingin menyampaikan bahwa sejak beberapa bulan lalu saudara Ahmad Sucipto dari Brebes, Jawa Tengah, telah mendemonstrasikan melalui beberapa stasiun televisi swasta pengoperasian kompor biomas (kompor dedak) ciptaannya. Kompor ini cukup berhasil dan sukses, tetapi kurang mendapat perhatian dari pemerintah, dalam hal ini Kementerian Negara Koperasi dan UKMP.
Padahal, kompor biomas ini jauh lebih praktis dari kompor elpiji 3 kg yang telah disebar pemerintah ke seluruh Indonesia. Bahan bakar yang digunakan kompor biomas ini adalah serbuk nabati (sekam/dedak padi, jerami padi, serbuk kayu gergaji, dan sejenisnya). Kompor biomas ini dapat menghasilkan api yang bagus dengan asap minimal. Untuk penyalaan 1,5-2 jam hanya memerlukan 1,2 kg sekam/dedak padi. Sebagai penghangat, bara apinya dapat bermanfaat selama 4-5 jam.
Jika teknologi tepat guna merupakan solusi penanggulangan kemiskinan di pedesaan, alangkah baiknya bila pemerintah melirik kompor biomas asal Brebes ini.
H Slamat SMJl Karya No. 1/Pramuka, Rajabasa Bandar Lampung 35144
Sumber : Republika

PENCACAH RANTING UNTUK PEMBUATAN KOMPOS

Alat Pencacah ranting untuk pembuatan kompos.
Alat ini dapat dibuat dengan berbagai pilihan mekanisme cutting, diantaranya ada yang menngunakan rotary dimana pisau pemotong menempel pada poros lalu diputar dengan mesin dengan daya tertentu agar dapat mencacah benda/ranting yang dimasukkan melalui celah yang berada pada poros/ujung-ujung pisau dengan bantalan pada sisi ruang pemotong. Selain itu juga ada yang mengunakan pisau pemotong yang diatur mekanismenya untuk bergerak naik turun dengan menggunakan engkol (sejenis piston pada mesin), Cara ini biasanya digunakan untuk mencacah/merajang benda-benda yang hasil potongannya dikehendaki memiliki ukuran yang sama. Jika dibutuhkan keperesisian hasil pemotonnya maka dapat ditambahkan satu peratan lagi untuk mendorong benda yang masuk kedalam ruang pemotong secara teratur dan alat ini mekanisme kerjanya dapat di selaraskan dengan ayunan pisau pemotong.
Untuk memuat alat ini dibutuhkan beberapa komponen/bahan/alat utama al :
1. Mesin penggerak (Diessel atau motor listrik)
2. Puly (penghubung antara putaran mesin ke Poros)
3. Reduser (jika dibutuhkan utk mereduksi putaran lambat/cepat)
4. Poros (batang poros untuk memasang pisau)
5. Pisau pemotong (sebaiknya dari bahan baja yang di keraskan)
6. Bantalan untuk menahan benda petong
7. Ruang pemotong (terbuat dari plat besi, sebaiknya berbetuk cilider)
8. Rangka besi dan bagian input bahan yang akan dipotong (ruhah/Chasing)
Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut, dapat mengujungi website ini http://www.iptek.net.id/ind/warintek/?mnu=6
Jika ada kendala Kontak - 022-70198999 (untuk konsultasi SMS)